25
Apr
09

Can you trust the speed?

Kalau anda lihat dari tabloid, majalah atau internet tentang handphone atau gadget, anda pasti membaca sudah banyak handphone dan PDA-phone yang sudah ber-HSDPA. Speed yang ditawarkan? Ada yang 1.8 Mbps, 3.6 Mbps, bahkan sampai 7.2 Mbps. Cepet? Lumayan…

Tapi mau sebagaimana canggihnya teknologi alat komunikasi yang sudah dijual di Indonesia, tetap saja providernya masih mengecewakan. Indosat,Telkomsel, XL, SPEEDY, FastNet, Metro, you hear me?!

Ga perlu berharap dengan membeli sebuah HTC Touch HD bisa ‘berselancar’ dalam kecepatan 3.6 apalagi 7.2 di Indonesia. Bisa mendapatkan kecepatan setidaknya seperti SPEEDY (1 Mbps, katanya…) aja dah syukur kalau menggunakan Telkomsel Flash… (pantesan yang komplain banyak)

Tadi untuk yang mobile. Bagaimana untuk rumahan dan kantoran? Okelah memang ada provider yang menyediakan akses inte net sampai 10 Mbps, tapi apakah harganya terjangkau untuk pemakaian personal? Di kantor tempat kerja gua dulu aja masih pakai fibre optic 256 Mbps. >_<!

Lihat gambar ini :

kecepatan internet jepang 

(Ini baru SPEED!!!! Denger ga SPEEDY?!)

Teman gua yang memberikan gambar itu yang didapatnya dari temannya yang studi di Jepang. Dan katanya kecepatan segitu masih ‘lebih lambat’ soalnya dia tinggal di pingiran kota. WTF?! Berarti kalo di pusat kota speed-nya berapaan tuh??? Brmm… Brrmm….!!!

Bagaiman dengan Indonesia? Silahkan bermimpi, ga tau sampai kapan provider di Indonesia bisa memberikan akses Internet yang cuepat dan murah.

Seperti komentar gua di sini dan sampai sekarang juga masih belum habis pikir – memang ada beberapa provider yang memberikan akses internet unlimited yang setidaknya-agak-murah dengan… syarat dan ketentuan berlaku, cih!

Contoh yang kebanyakan kita temui adalah : ‘Apabila menggunakan sampai melewati quota 3 GB, maka kecepatan diturunkan sanpai 128 kbps’. Alasannya konyol : ‘ karena yang menggunakan sampai melewati 3 GB dianggap menggunakan internet secara tidak normal’. Hey! Mind your own business!!!

Kriteria apa yang membuat seseorang itu adalah ‘pengguna internet yang tidak normal’ ? Itu relatif. Dan gua rasa tidak ada seorang pun yang berhak men-judge orang lain apakah dia menggunakan internet secara normal atau tidak – bahkan dari Si penyedia jasa layanan internet itu sendiri.

Kita sudah bayar atas sesuatu yang kita beli, baik itu jasa ataupun barang. Dan sebagai konsumen kita berhak menggunakan apa yang telah kita beli itu secara maksimal.

Contohnya : Flexi tidak memungut biaya untuk percakapan sesama operator. Gua memanfaatkan itu dengan SANGAT BAIK. Gua juga mengimplementasikan Flexi di toko bengkel Bokap jadi order pun lebih banyak.

Fren juga kalo ga salah mulai mencontoh ‘teladan’ dari operator bukan-telepon-biasa ini. Menyenangkan bukan?

Semoga aja internet juga mengalami hal yang sama. Ya.. semoga…


0 Responses to “Can you trust the speed?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archives

VentoZ @ Tweeter

Panoramio


%d bloggers like this: